Kata Mutiara Hari Ini,,,,,,

Apabila iqomah shalat dimulai, pintu-pintu langit di buka dan doa-doa dikabulkan (Hr. Ahmad dari Jabir)

Senin, 07 Februari 2011

Analisis Soal Ujian Akhir Nasional


ANALISIS SOAL UJIAN AKHIR NASIONAL SMK 2009/2010
KODE SOAL B TIPE E1

Analisis ujian ini didasarkan pada Panduan Penulisan Soal Pilihan Ganda Pusat Penilaian Balitbang Pendidikan Nasional (2007:11), berikut adalah uraian untuk menulis soal ujian pilihan ganda. Bab III pada Panduan Penulisan Soal Pilihan Ganda Pusat Penilaian Balitbang Pendidikan Nasional (2007:11), menyatakan sebagai berikut.
TEKNIK PENYUSUNAN
SOAL PILIHAN GANDA
Soal pilihan ganda merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disedikan. Kontruksinya terdiri dari pokok soal dan pilihan jawaban. Pilihan jawaban terdiri atas kunci dan pengecoh. Kunci jawaban harus merupakan jawaban benar atau paling benar sedangkan pengecoh merupakan jawaban tidak benar, namun daya jebaknya harus berfungsi, artinya siswa memungkinkan memilihnya jika tidak menguasai materinya.  Dalam penyusunan soal tes tertulis, penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan soal dilihat dari segi materi, konstruksi, maupun bahasa. Selain itu soal yang dibuat hendaknya menuntut penalaran yang tinggi.
Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda
Dalam menulis soal pilihan ganda harus memperhatikan kaidah-kaidah sebagai berikut.
Ø      Materi
1)      Soal harus sesuai dengan indikator.
2)      Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
3)      Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar.
Ø      Konstruksi
1)      Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
2)      Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
3)      Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar.
4)      Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
5)      Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.
6)      Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, "Semua pilihan jawaban di atas salah", atau "Semua pilihan jawaban di atas benar".
7)      Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya.
8)      Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.
9)      Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
Ø      Bahasa
1)      Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
2)      Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.
3)      Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif.
4)      Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.

Keterbacaan merupakan alih bahasa dari readability. Bentuk readability merupakan kata turunan yang dibentuk oleh bentuk dasar readable artinya “dapat dibaca” atau “terbaca”. Konfiks ke-an pada bentuk “keterbacaan” mengandung arti “hal yang berkenaan dengan apa yang tersebut dalam bentuk dasarnya”. Kita dapat mendefinisikan “keterbacaan” sebagai hal atau ikhwal terbaca-tidaknya suatu bahan bacaan tertentu oleh pembacanya. “Keterbacaan” ini mempersoalkan tingkat kemudahan suatu bahan bacaan tertentu, atau dengan kata lain keterbacaan (readability) adalah ukuran tentang sesuai tidaknya suatu bacaan bagi pembaca tertentu dilihat dari segi tingkat kesukaran/kemudahan wacananya.
Adapun dalam hal ini penulis akan mencoba mengkaji ujian nasional berdasarkan Panduan Penulisan Soal Pilihan Ganda Pusat Penilaian Balitbang Pendidikan Nasional (2007:11) dan juga tingkat keterbacaannnya.
1.      Materi
(a)    Soal harus sesuai dengan indikator.
(b)   Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
(c)    Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar.
Adapun kisi-kisi ujian nasional tingkat SMK adalah sebagai berikut.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Memahami isi berbagai bentuk wacana nonsastra seperti berbagai teks bacaan dari media cetak, laporan, petunjuk kerja, aturan, otobiografi, biografi, grafik, matriks, bagan, diagram, denah, dan jadwal serta menanggapi isinya secara kritis
KEMAMPUAN YANG DIUJI
1
Menentukan isi dan unsur paragraf
2
Menentukan kalimat berbentuk opini
3
Menentukan jenis laporan
4
Menentukan isi petunjuk kerja
5
Menentukan isi riwayat hidup (biografi/otobiografi)
6
Menentukan isi grafik dan matriks
7
Menentukan tanggapan yang logis dan yang sesuai dengan isi paragraf
8
Menentukan makna istilah dalam paragraf
9
Menentukan kalimat pertanyaan sesuai isi yang benar
10
Menyimpulkan isi laporan




STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Menulis proposal dan berbagai jenis karangan, surat, dan membuat berbagai laporan.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
1
Menulis/melengkapi karangan
2
Melengkapi bagian proposal
3
Menentukan kesesuaian bagian-bagian proposal
4
Menentukan jenis karangan
5
Menentukan kalimat yang menyatakan hubungan perbandingan dalam paragraf
6
Menentukan penulisan kata dan pilihan kata (diksi)
7
Menentukan kerangka karangan
8
Menentukan kalimat efektif dalam karangan
9
Menyusun topik karangan yang diacak
10
Melengkapi paragraf rumpang dalam suatu karangan
11
Menentukan ungkapan berdasarkan ilustrasi karangan
12
Menentukan bagian-bagian surat berita keluarga
13
Menentukan jenis surat
14
Menentukan kalimat penutup surat permohonan
15
Menentukan isi surat perjanjian jual beli
16
Melengkapi bagian-bagian isi surat kuasa
17
Menentukan kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan
18
Menyunting kalimat laporan
19
Menyusun sebuah catatan kaki
20
Menentukan isi catatan hasil rapat
21
Menentukan isi prakata (kata pengantar)





STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Mengapresiasikan seni berbahasa seperti iklan, lirik lagu, dan sastra (teks prosa, puisi, dan drama).
KEMAMPUAN YANG DIUJI1

Menentukan makna kalimat poster
2
Menentukan makna ungkapan dalam lirik lagu
3
Menentukan peribahasa sesuai ilustrasi
4
Menentukan unsur intrinsik dalam puisi
5
Menentukan unsur intrinsik penggalan cerpen, roman, novel
6
Melengkapi naskah drama dan memahami isinya
7
Menentukan unsur ekstrinsik penggalan novel
Berdasarkan kisi-kisi tersebut maka diperoleh temuan-temuan pada ujian nasional SMK tahun pelajaran 2009/2010 adalah sebagai berikut.
Dalam soal ujian tersebut yang dimunculkan adalah materi yang berkaitan dengan paragraf (dari mengisi paragraf yang rumpang, menentukan inti paragraf, informasi dalam paragraf, ringkasan,sampai menyususn sebuah paragraf ), pengagalan teks, surat (surat kuasa), laporan, proposal, analisis novel, cerpen, drama, puisi, lirik lagu, grafik dan tabel, biagrafi, dan pemaknaan kata istilah.
Menurut saya, masih ada materi yang belum di masukkan ke dalam soal ujian nasional. Masih ada beberapa materi yang ada dalam kisi-kisi ujian belum di masukkan dalam soal. Berdasarkan soal-soal tersebut kebanyakan soal yang dibahas mengenai paragraf. Soal yang berkaitan dengan paragraf berjumlah 11 soal. Hal ini terlihat pada nomor soal 5,6,7,11,12,14,18,21,22,25,44. Dari 50 soal, sejumlah 11 soal erkaitan dengan paragraph.  Menurut saya hal ini kurang menunjukkan persentase soal yang baik. Dengan alasan bahwa jika salah satu kompetensi ini dimunculkan soal terlalu banyak, maka pada kompetensi lain tidak akan ada ruang untuk memunculkan dalam soal. Dengan artian bahwa komponen yang terdapat pada kisi-kisi soal tidak akan muncul pada soal ujian nasional tersebut.

2.      Konstruksi
1)      Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
2)      Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
3)      Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar.
4)      Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
5)      Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.
6)      Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, "Semua pilihan jawaban di atas salah", atau "Semua pilihan jawaban di atas benar".
7)      Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya.
8)      Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.
9)      Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.

Berdasarkan analisis konstruksi, bentuk-bentuk soal ujian nasional SMK tahun 2009/2010 ditemukan bahwa;
1.      Mengacu pada kontruksi poin 3, Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja, maka  pada soal ujian nomor 6 menurut saya bertentangan dengan pernyataan poin 3 tersebut. Butir soal nomor 6 kurang efektif. Hal ini terlihat dari kalimat Tanya yang ada pada soal tersebut yang menyatakan
informasi tersirat dalam paragraf tersebut adalah….
Menurut saya langsung saja seperti pertanyaan berikut ini,
Informasi dari paragraf tersebut adalah…. Atau inti dari paragraf tersebut adalah…..
2.      Mengacu pada kontruksi poin 4, Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda, maka pada butir soal nomor 15 ternyata terdapat kesalahan. Di sana menimbulkan makna ambigu pada soal nomor 15, pada kalimat penggalan proposal, ternyata kalimat penggalan tersebut tidak menunjukkan kejelasan dan ketegasan, apalagi ditambahkan pada pilihan jawaban yang juga menimbulkan ambiguitas.
3.      Mengacu pada kontruksi poin 7, Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya, maka  pada soal ujian nomor 3 yang berkaitan dengan grafik dan tabel, ternyata terdapat kesalahan. Dalam memberikan poin jawaban tidak urut atau sesuai kronologisnya. Jika dilihat dari bulannya, maka yang diampaikan dalam pilihan jawaban juga harus urutan sesuai kronologis urutan bulan. Jika dilihat dari jumlah harga yang ditampilkan dalam pilihan jawaban, maka harus urut pula dari kecil ke skala lebih besar atau sebaliknya. Namun dalam soal ujian nasional tidak seperti itu.
4.      Terdapat kesalahan dalam menyatakan sebuah paragraf, padahal sebuah paragraf diawali dengan bentuk alinea, dengan kata lain penulisan kalimat pertama harus menjorok ke belakang. Akan tetapi dalam soal-soal ujian terdapat kesalahan istilah tersebut. Hal ini terlihat pada ilustrasi soal (kalimat perintah dalam soal) pada nomor 6,7,11,12,14,18,25, dan 43. Alangkah baiknya diganti bentuk teks saja bukan paragraf.
Adapun bentuk kelimat perintah dalam seperti di bawah ini
Perhatikan paragraf berikut ini dengan cermat! (kurang tepat)
Perhatikan bentuk teks di bawah ini! (tepat)
5.      Terdapat pula bentuk penulisan yang salah, hal ini terlihat pada butir soal berikut ini.
(a)   Pada butir soal nomor 8, di situ terdapat tulisan Indonesia ditulis dengan Indonsei.
(b)   Selain itu masih terdapat pula bentuk kesalahan penulisan butir soal yang lain, yang terdapat pada nomor 14, di situ terdapat tulisan blackberry, seharusnya di tulis dengan huruf kapital yaitu Blackberry.
(c)    Pada butir nomor 19 juga terdapat bentuk kesalahan dalam hal penulisan. Penulisan strawberry dan apel tidak ditulis dengan huruf kapital, padahal itu strawberry dan apel adalah nama sebuah identitas, yaitu identitas nama buah. Maka, penulisan strawberry dan apel sebaiknya pada huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital, yaitu menjadi Strawberry dan Apel.

3.      Bahasa
1)      Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
2)      Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.
3)      Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif.
4)      Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.

Berdasarkan analisis saya,, mengacu pada poin 1 pada aspek kebahasaan, yaitu Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Pada penulisan butir soal nomor 25 dan nomr 26 terdapat penulisan yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Pada butrir soal nomor 25 terdapat kata kondang hal ini menurut yang tidak baku, dan tidak sesuai dengan penulisan kaidah bahasa Indonesia. Bentuk bakunya adalah popular ataupun terkenal. Selain itu pada butir soal nomor 26 terdapat kata bisa, dengan artian dapat, maka sebaiknya sesuai penulisan kaidah bahasa Indonesia maka harus menggunakan kata dapat bukan kata bisa.






DAFTAR PUSTAKA

Burhanudin Tola. 2007. Panduan Penulisan Soal Pilihan Ganda. Jakarta: Pusat Penilaian Pendidikan BALITBANG-Departemen Pendidikan Nasional.

Hasan Alwi. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Arsip Soal Ujian Nasional untuk SMK Kode Soal B Tipe Soal E1 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tahun Pelajaran 2009/2010.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar